Penjadwalan Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun Menggunakan Metode Forward Chaining

Posted on

Penjadwalan Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun Menggunakan Metode Forward Chaining

Prosiding Seminar Nasional Teknoka - 2, Tahun 2017. Kegiatan ini didukung oleh Bukalapak.com, Penerbit Erlangga, Jakarta., dan UWENAKE.

Abstrak

Imunisasi merupakan upaya untuk melindungi seseorang atau sekelompok masyarakat dari penyakit tertentu dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh hingga tercapai kadar protektif. Untuk mencapai kadar protektif, imunisasi perlu dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak dilakukannya imunisasi atau pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya kecacatan, kematian, bahkan endemi di suatu wilayah. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merupakan organisasi profesi yang memiliki kompetensi dalam menentukan penjadwalan imunisasi. Tahun 2017 IDAI telah mengeluarkan rekomendasi  penjadwalan imunisasi terbaru. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibuat aturan penjadwalan imunisasi untuk anak usia 0 – 8 tahun tahun  dengan menggunakan metode forward chaining berdasarkan standar yang direkomendasikan IDAI tahun 2017. Dari hasil penelitian diperoleh 98 aturan penarikan kesimpulan yang dapat digunakan sebagai landasan dalam pemberian informasi penjadwalan imunisasi beserta jenis vaksin yang dianjurkan menurut standar Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2017.

Author Biographies

Yana Adharani, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Department of Informatic EngineeringPopy Meilina, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Department of Informatic Engineering

References

[1] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, “Indonesia Bebas Polio,” 01 April 2014. http://www.depkes.go.id/article/print/2014430002/indonesia-bebas-polio.html. [Diakses 2016].

[2] P. B. Yanuarso, “Menyoroti Kontroversi Seputar Imunisasi,” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 26 April 2015. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/menyoroti-kontroversi-seputar-imunisasi. [Diakses 2017].

[3] K. Rusmil, “Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian I),” Ikatan Dokter Anak Indonesia, 30 Mei 2015. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-i. [Diakses 2016].

[4] K. Rusmil, “Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II),” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 30 Mei 2015. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii. [Diakses 2016].

[5] Ikatan Dokter Anak Indonesia, “Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian IV),” 30 Mei 2015.http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapimengejar-imunisasi-bagian-iv. [Diakses 2016].

[6] Ikatan Dokter Anak Indonesia, “Jadwal Imunisasi 2017,” 18 April 2017. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017. [Diakses 2017].

[7] D. Merritt, in Building Expert Systems in Prolog, Lebanon , Amzi! inc., 2000.

Full PDF : https://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka/article/view/764/302

This web supported by : www.uhamka.ac.id

admin
Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *